Kabar Dinas

Trenggalek Buka Jaringan Promosi Wisata ke Kolombia

TRENGGALEK–Pemkab Trenggalek, Jatim membuka jaringan promosi wisata ke Kolombia dengan memperkenalkan dan mempromosikannya di sela Hari Kebudayaan Indonesia (bukan Forum Perdamaian Dunia seperti diberitakan sebelumnya) yang diselenggarakan oleh KBRI Bogota, Kolombia.

“Kami membuka jaringan dan memperkenalkan wisata di Kolombia agar masyarakat setempat tahu ada destinasi menarik di Trenggalek,” ujar Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin melalui pesan elektronik yang diterima Antara di Surabaya, Senin.

Beberapa destinasi wisata yang berada di Trenggalek antara lain Goa Lowo, Pantai Prigi, Pantai Karanggoso, Pantai Damas, Pantai Blado, Pantai Ngadipuro, Pantai Ngulungwetan, Pantai Ngampiran, Pantai Pelang, Pantai Taman Kili-kili, Pantai Konang dan pantai lainnya.

Selain wisata, orang nomor dua di Pemkab Trenggalek tersebut juga mempromosikan usaha kecil menengah (UKM) dengan mengandalkan batik sebagai daya tarik.

Bahkan, di sela acara hasil kerja sama dengan Pemerintah Kota Paipa, Provinsi Boyaca tersebut, ditampilkan batik khas Trenggalek yang dikreasi ulang oleh perancang busana kenamaan asal Indonesia, Karen Merlin, di hadapan peserta dan tamu.

“Tentunya kami sangat bangga batik Trenggalek dipamerkan dan dikenakan oleh model-model di sini dan sangat diapresiasi,” ucapnya.

Ia berharap tidak sampai di sini promosi yang dilakukan, namun ke depan berkesinambungan sehingga batik-batik khas Trenggalek diminati warga Kolombia dan sejumlah negara lainnya.

Hal ini, kata dia, sekaligus menjadi pemicu untuk perbaikan kualitas batik, terutama dalam mengemas produksi agar perhatian dunia internasional tidak luntur.

“Kualitas harus dijaga, bahkan diperbaiki. Tidak sedikit yang memberi respon positif, termasuk Miss Mundo Kolombia 2015, Maria Alejandra Lopez,” tuturnya.

Sementara itu, pada acara yang diresmikan langsung oleh Duta Besar RI Bogota, Trie Edi Mulyani tersebut diharapkan mampu menekankan hubungan dua negara, yaitu Kolombia dan Indonesia sebagai motor pendukung terciptanya perdamaian dunia.

Sebagai bentuk persahabatan, Indonesia menampilkan batik Trenggalek, sedangkan dari Kolombia menampilkan “Poncho”, yang berbahan kulit maupun wool.

“Semoga perdamaian benar-benar bisa tercipta di dunia,” kata wakil bupati pemegang rekor wakil kepala daerah termuda versi MURI tersebut.(Antara/yri)

Sumber :antara

 

 

 

Next article Wabup H. Moch. Nur Arifin Ikut Kenalkan Ekotourism Pantai Cemara Watulimo
Previous article Trenggalek Kembangkan Promosi Desa Wisata Berbasis Daring

Related posts

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *