Kabar Dinas

Jalur Wisata Prigi Menjadi Prioritas Dinas Pariwisata Trenggalek

Jalur Wisata Prigi Menjadi Prioritas Dinas Pariwisata Trenggalek

Trenggalek – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Catur Eko Prasetyo menegaskan bahwa pihaknya saat ini akan lebih memprioritaskan jalur wisata Pantai Prigi ketimbang obyek-obyek lain di daerah tersebut.

“Saat ini yang bisa dimaksimalkan memang baru di Watulimo,” kata Prasetyo di Trenggalek, Sabtu.

Ia menjelaskan, selain Pantai Prigi dan Pasir Putih yang memang telah dikenal luas, di jalur wisata Prigi ini ada dua obyek lain yang juga banyak diminati wisatawan, yakni agrowisata manggis di Desa Watulimo dan Goa Lawa yang ada di Desa Gemaharjo.

Empat objek pariwisata yang berada di satu jalur tujuan wisata inilah, kata Catur, menjadi dasar kebijakan pemerintah daerah untuk lebih memprioritaskan pengembangan kawasan tersebut.

Apalagi, infrastruktur yang ada saat ini dianggap sudah cukup memadai. Besarnya potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang bisa diraup dari keempat objek wisata ini menjadi alasan lain sehingga Pemkab Trenggalek melalui Disporaparibud proaktif mempromosikan paket wisata Prigi ke luar daerah.

“Selama ini dari total potensi PAD yang masuk ke daerah (kasda), hampir 70 persennya berasal dari sini (jalur wisata Prigi), terutama dari Pantai Pasir Putih,” ungkap Catur memberi gambaran.

Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Poraparibud) sendiri tahun ini (2011) ditarget memasok PAD sebesar Rp2,2 miliar, sekitar Rp200 juta lebih besar dibanding target tahun 2010 yang saat itu hanya dipatok Rp2 miliar.

Meskipun begitu, Catur mengaku pencapaian tahun ini jauh lebih optimistis dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun ini meski target dinaikkan, hingga awal Oktober kami sudah bisa meraup PAD sekitar 80 persen. Tahun lalu kami malah defisit hampir Rp500 juta sebagai akibat anomali cuaca serta berbagai faktor lain,” terangnya.

Ia menegaskan, kebijakan pariwisata daerah pada prinsipnya tidak dimaksudkan untuk memprioritaskan satu kawasan tertentu tetapi mengabaikan (menganaktirikan) objek-objek pariwisata lain.

Catur berdalih, skala prioritas pembangunan ataupun pengembangan objek/jalur wisata seperti halnya yang mereka lakukan di Kecamatan Watulimo lebih dikarenakan ada/tidaknya infrastruktur pendukung yang memadai, terutama jalan dan jembatan.

“Seberapa besarpun kita mau membangun satu obyek pariwisata kalau kondisi jalan menuju daerah wisata tidak memadai maka pengunjung pasti enggan datang, itu faktanya,” kat Catur.

Sumber: AntaraNews

Next article Dialog Interaktif Disbudpar Jatim dan Bupati Trenggalek
Previous article Gua Lowo Direvitalisasi, Harapan Tingkatkan PAD

Related posts

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *